Sistem Operasi Android pada Smartphone

Sistem Operasi Android pada Smartphone

Apakah anda menggunakan handphone Android? Apa itu Android?
Android merupakan sistem operasi atau nyawa dari sebuah smartphone yang bertugas untuk menjalankan fungsi sungsinya.
Sebagaimana komputer atau laptop yang kita miliki pun ada sistem operasi yang terinstal didalamnya seperti Microsoft Windows atau Linux. Nah, android adalah windows nya Ponsel.
Ketika beberapa tahun yang lalu Nokia menjadi HP primadona, saat itu Nokia menggunakan sistem operasi Symbian untuk versi smartphone dan sistem operasi bawaan Nokia untuk HP low level nya.
Untuk smartphone ada dua jenis sistem operasi yang populer saat ini, yaitu android dan iOs.
iOS dibuat oleh apple khusus untuk iPhone dan iPad, sedangkan android dibuat oleh google untuk banyak merk lainnya seperti : HTC, Asus, LG, Samsung, Polytron, Oppo, Xiaomi, Sony dan lainnya.
Melihat banyaknya merk yang didominasi oleh pengguna android, jelas bagi kita bahwa android adalah sistem operasi yang lebih popular.
Mengapa? Karena Google membuat Android secara terbuka untuk semua pabrikan ponsel yang ingin bekerja sama, sedangkan iOS dibuat oleh Apple secara eksklusif khusus untuk produknya sendiri.

kantor Google
kantor Google

Pengertian

Beberapa sumber mendefinisikan pengertian Android sebagai berikut :

Wikipedia

Secara teknis menurut wikipedia, Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat bergerak layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet (wikipedia).

Sistem Operasi

Berdasarkan penggunaan sistem operasinya, Android adalah sebuah sistem operasi open source yang menggunakan linux sebagai basisnya dan diprogram dalam bahasa C, C++, dan Java sebagai User Interface-nya.

Fungsi

Menurut fungsinya, Android merupakan sistem operasi yang berbasis Linux yang diperuntukkan untuk perangkat seluler layar sentuh atau yang biasa disebut dengan Touchscreen, seperti ponsel pintar (smartphone) dan tablet.
Sistem operasi ini dibuat secara Open Source atau Terbuka sehingga penggunanya diperbolehkan untuk membuat aplikasi yang dibuat oleh pengguna tersebut.
Sistem operasi Android ini dirancang untuk digunakan pada perangkat mobile seperti smartphone dan tablet pc.
Namun saat ini telah berkembang penggunaannya pada perangkat lain seperti : jam tangan (dikenal dengan istilah Smartwatch), televisi, konsol game, microwave dan lain sebagainya.

Spesifikasi Teknis

Platform yang didukung Android adalah 32 bit dan 64 bit, didukung oleh prosesor dengan arsitektur ARM, x86, x84-64, MIPS serta MIPS64.
Perangkat lunak yang digunakan oleh Android adalah menggunakan format berkas yang diberi ekstensi APK (Android Package).
Paket aplikasi di Android ini dikelola oleh Play Store dan dibuat serta didukung oleh Google.

Logo Android
Logo Android adalah robot hijau

 

Sejarah Android

Android Inc

Kilas balik sejarah, Android mula-mula dikembangkan oleh perusahaan yang bernama Android Inc.
Perusahaan ini bergerak di bidang software kecil yang didirikan pada bulan Oktober 2003 di Palo Alto, California, USA.
Didirikan oleh para senior di beberapa perusahaan berbasis IT & Communication yaitu :
  • Andy Rubin (founder Danger)
  • Rich Miner (founder WildFire)
  • Nick Sears (bekas vice president T-Mobile)
  • Chris White (kepala pengembangan dan desain user interface WebTV)

pendiri Android Inc
gambar : pada pendiri Android Inc

Menurut Rubin, Android Inc didirikan untuk membuat sebuah mobile device yang bisa mendeteksi lokasi dan preferensi dari penggunanya.
Atau dengan kata lain, Android Inc ingin mewujudkan sebuah mobile device yang lebih mengerti kebutuhan dari penggunanya.
Pada mulanya, pengembangan sistem operasi android ditujukan untuk mengembangkan sebuah sistem operasi berkelas tinggi untuk kamera digital.
Namun kemudian disadari bahwa pemasaran kamera digital tersebut kurang besar dan luas, sehingga akhirnya dikembangkan suatu perangkat yang jangkauan pemasarannya cukup besar dan luas yaitu smartphone.
Smartphone tersebut dibuat untuk bisa bersaing dengan Symbian dan Windows Mobile (Windows Phone) yang sudah berkembang terlebih dahulu.
Meski Android dikembangkan oleh ahli teknologi dan informasi, pengoperasian Android Inc tersebut tidak dipublikasikan.
Hanya sebatas ada pengumuman bahwa developer tersebut sedang mengembangkan sistem operasi untuk perangkat mobile.
Namun pada tahun yang sama, Andy Rubin kehabisan dana untuk melakukan pengembangan Android tersebut.
Solusinya, Andy Rubin memperoleh pinjaman dari teman dekatnya yaitu Steve Parlman senilai 10.000 dolar tunai dan dia menolak tawaran investasi dari sebuah perusahaan.

Google mengakuisisi Android Inc

Selanjutnya oleh karena suatu alasan, pada tanggal 17 agustus 2005 Android Inc diakuisisi oleh Google dan dijadikan sebagai anak perusahaan dari Google.
Andy Rubin, Miner dan White sebagai founder Android Inc tetap bekerja diperusahaannya itu meski telah diakuisisi Google.
Setelah proses akuisisi tersebut, tidak banyak kabar mengenai pengembangan Android.
Namun banyak yang menyatakan bahwa Google meneruskan pengembangan platform sistem operasi mobile tersebut dan Andy Rubin menjadi pimpinan tim developer di perusahaan itu.
Pada tahun 2006, Google sudah mengembangkan Android hingga tahap spesifikasi teknis yaitu bekerja sama dengan produsen telepon seluler dan operator jaringan.
Saat itu, Google dikabarkan juga sedang membuat program untuk bisa memasukkan mesin telusurnya (search engine) dan aplikasi-aplikasi ke dalam perangkat seluler melalui Android.
Pada akhir tahun 2007, Google sudah mengajukan beberapa paten untuk aplikasi-aplikasi yang dibuatnya di bidang seluler.

Lahirnya Android

Pada tanggal 5 November 2007, Google bekerjasama dengan beberapa perusahaan yaitu :
  • Pabrikan ponsel seperti : HTC, Samsung, Sony
  • Operator jaringan seluler seperti : Sprint Nextel dan T-Mobile
  • Produsen chipset mobile seperti : Qualcomm dan Texas Instruments melalui OHA (Open Handset Alliance)
Melalui kerjasama inilah Google memulai menerapkan sistem operasi Android ke perangkat smartphone.
Selanjutnya pada tanggal 8 oktober 2008, Google bersama HTC merilis smartphone komersial pertama dengan sistem operasi Android yang berbasis kernel linux versi 2.6 dengan nama seri HTC Dream.
Pada tahun 2010, Google mulai mengembangkan seri Nexus yang diproduksi oleh mitranya yaitu pabrikan handphone seperti : HTC, LG dan Samsung.
Untuk seri pertama Nexus, Google mempercayakan kepada HTC dan pada tipe model ini diberikan nama Nexus One.
Model ini terus dikembangkan hingga versi terbarunya yaitu smartphone Nexus 6P yang diproduksi oleh Huawei serta tablet Nexus 7 generasi kedua hasil kolaborasi Google dan ASUS.
Pada tanggal 4 oktober 2016, Google merilis smartphone pertama buatannya dengan kode nama Pixel.
Dan setahun kemudian Google merilis generasi kedua Pixel dengan nama Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL.
Proses ini dilakukan setelah Google mengakuisisi sebagian dari perusahaan produsen smartphone HTC.

Evolusi Android

Yang dimaksud evolusi Android adalah rangkaian proses perkembangan dan pertumbuhan Android dari masa ke masa yang kami bahas satu per satu mulai dari paragraf berikut.
Penamaan setiap versi Android ini dibuat oleh Google dengan menggunakan nama-nama makanan manis dan urut sesuai abjad atau alfabet.

urutan OS Android 
urutan OS Android dari sebelum A hingga Q

Android Beta

Versi Android yang pertama kali dikembangkan ini dirilis pada 5 november 2007, bersamaan dengan didirikannya Open Handset Alliance.
Open Handset Alliance merupakan konsorsium dari perusahaan-perusahaan teknologi, produsen perangkat seluler, operator nirkabel, serta produsen chipset.
Kemudian Google merilis Software Development Kit (SDK) dari sistem operasi Android pada tanggal 12 November 2007.
Sebagai sebuah sistem operasi open source, pihak Google merilis kode pemrograman sistem operasi Android di bawah lisensi Apache.
Sistem operasi ini dapat digunakan oleh siapapun dan diperbolehkan untuk mengembangkan sistem operasi serta aplikasi yang dijalankan pada sistem operasi tersebut.
Berikutnya, android memberi nama pada update sistem operasinya selalu berdasarkan urutan abjad seperti : A, B, C, D, … dan seterusnya.

1.0 : Astro

Sistem operasi Android ini adalah cikal bakal android, ketika awalnya muncul Astro masih menggunakan tampilan yang sangat sederhana.
Disini Google pertama kali menampilkan mekanisme pull-down notification atau menggulir layar ke bawah untuk kita melihat notifikasi pada layar HP.
Widget pada aplikasi nya dibuat berbeda dari sistem operasi iOS milik Apple dan masih digunakan hingga saat ini.
Versi ini dirilis pada tanggal 23 September 2008 dan versi awalnya dinamakan Astro, namun nama tersebut tidak pernah disematkan karena alasan hak cipta dan trademark.
Sehingga penamaannya malahan lebih dikenal dengan Android Alpha.
Ponsel pertama yang menggunakan sistem operasi ini adalah HTC Dream yang di rilis pada tanggal 22 Oktober 2008.
Adapula suatu sumber yang memberikan nama pada versi ini sebagai Android Apple Pie (Alpha release).

HTC Dream adalah ponsel android pertama dengan sistem operasi Android Alpha 
gambar : HTC Dream

1.1 : Bender

Bender adalah nama dari android versi yang kedua, namun juga mengalami masalah pelanggaran trademark.
Karena ternyata sudah ada pihak lain yang mengajukan paten dengan nama ini, sehingga nama “Bender” pun tidak jadi digunakan.
Dirilis pada 9 Februari 2009 dan awalnya hanya diperuntukkan untuk perangkat T-Mobile G1 saja.
Pada versi ini dilakukan perbaikan pada beberapa masalah software (bugs), API diganti dan ada penambahan beberapa fitur.
Seperti juga pendahulunya, versi ini tidak dikomersialkan.
Menurut developernya, kode nama untuk versi 1.1 ini adalah Petit Four, tetapi ada pula sumber yang menamainya sebagai Banana Bread atau Beta Release.

Bender adalah penamaan dari Android versi kedua
simbol Android Bender

1.5 : Cupcake

Mulai dari versi cupcake inilah dimulainya tradisi penamaan android dengan menggunakan nama-nama unik dan lucu yaitu nama cemilan atau makanan pencuci mulut (dessert) seperti : kue, cokelat atau permen.
Nama Cupcake resmi digunakan pada versi yang dirilis pada 30 April 2009 ini.
Dimulai dari versi ini, Google mengkomersialkan penggunaan sistem operasi mobile nya tersebut.
Update yang dilakukan pada versi ini adalah :
  • Tambahan widget yang dapat diubah ukurannya atau diatur besar kecilnya
  • Kemampuan perekaman video dengan kamera ponsel
  • Mengunggah atau upload video dan gambar ke situs youtube dan picasa
  • Tampilan keyboard layar sentuh (touch screen) atau virtual keyboard
  • Aplikasi headset nirkabel dengan Bluetooth (sistem pairing Bluetooth)
  • Adanya SDK widget untuk third-party developer atau pengembang pihak ketiga yaitu para developer aplikasi android sehingga memungkinkan aplikasi mereka memiliki widget sendiri layaknya aplikasi bawaan dari Google
  • Merekam dan memutar format MPEG-4 dan 3 GP
  • Fitur copy-paste pada browser, fitur animasi transisi, opsi atau pilihan rotasi otomatis, animasi saat booting dan berbagai peningkatan antarmuka
  • Sistem operasi ini berbasis kernel Linux 2.6.27

Android versi Cupcake
simbol Android versi Cupcake

1.6 : Donut

Versi ini dirilis pada 15 September 2009 dengan Software Development Kit (SDK) Android 1.6 dengan kernel linux 2.6.29.
Update yang dilakukannya adalah :
  • Peningkatan fitur pencarian pada antarmuka atau User Interface yang lebih user friendly yang memungkinkan pengguna mencari informasi di : internet, file lokal, kontak, dan dimanapun dengan cara yang lebih cepat
  • Android pertama yang dapat dikombinasikan dengan teknologi CDMA/EVDO, 802.1x. VPNs
  • Support layar dengan resolusi WVGA dan bisa digunakan untuk perangkat mobile dengan ukuran layar apa saja dan gesture
Android versi Donut 
simbol Android Donut

2.0/2.1 : Éclair

Android Eclair diluncurkan oleh Google pada saat 3 bulan setelah peluncuran Android versi 1.6, versi ini dirilis pada 9 Desember 2009.
Dengan meluncurkan 4 versi sekaligus pada tahun yang sama, menjadikan banyak perusahaan pengembang gadget atau handset yang mulai tertarik.
Mereka menjadi tertarik untuk menggunakan dan mengembangkan Android sebagai platform utama yang digunakan pada sistem operasi Ponsel terbaru mereka.
Inilah dimana era kebangkitan Android yang sempat mendobrak doktrin penggunaan sistem layar sentuh yang awalnya dipandang kurang mudah atau user friendly bagi penggunanya.
Berikut daftar update pada versi ini :
  • Penambahan fitur pengoptimalan hardware.
  • Android pertama yang menghadirkan layanan navigasi Google Maps dan peningkatan Google Maps 3.1.2.
  • Sistem ini menjadi awal mula era GPS
  • Perubahan UI dengan browser baru yang menjadikannya Android pertama yang mendukung HTML5 pada browser sehingga bisa memutar video
  • Adanya daftar kontak baru
  • Fitur flash atau lampu kilat pada kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.
  • Penambahan email Microsoft Exchange
  • Memperkenalkan metode swipe untuk metode membuka kunci layar sentuh
  • Menggunakan SDK android 2.0 berbasis kernel Linux 2.6.29
Android versi Eclair
simbol Android versi Eclair

2.2 : Froyo (Frozen Yoghurt)

Froyo adalah versi yang terpasang pertama kali pada smartphone Google yaitu Nexus One yang dirilis pada 20 Mei 2010.
Keunggulan pada versi ini adalah :
  • Sudah support dengan aplikasi Adobe Flash Player 10.1
  • Peningkatan pada kecepatan saat membuka dan menutup aplikasi
  • Penggunaan memory card berupa SD Card sebagai tempat penyimpanan kedua atau penyimpanan aplikasi
  • Memungkinkan lima panel pada layar depan atau home screen
  • Penambahan pilihan keamanan penguncian bagi pengguna, dari yang sebelumnya hanya dengan cara penguncian pola (pattern lock), kemudian sekarang sudah dilengkapi dengan opsi penguncian metode kode password yaitu PIN lock

Android versi Froyo atau Frozen Yoghurt 
simbol Android versi Froyo atau Frozen Yoghurt

2.3 : Gingerbread

Diperkenalkan pada 6 Desember 2010, versi Gingerbread ini mengalami era perkembangan pesat yang dirancang untuk mengoptimasi kemampuan aplikasi dan game.
Gingerbread melakukan update :
  • Mulai digunakannya Near Field Communication (NFC)
  • Perbaikan dukungan layar resolusi WXGA dan diatasnya
  • Kemampuan kamera depan membidik foto secara mandiri untuk melakukan foto selfie
  • Mendukung fitur dual kamera untuk melakukan video call
  • Memungkinkan pengguna untuk menekan keyboard virtual secara bersamaan (multitouch), yang masih dipertahankan hingga sekarang dengan berbagai peningkatan kinerja
  • Sistem operasinya berbasis kernel linux 2.6.35

simbol Android versi Gingerbread 
simbol Android versi Gingerbread

3.0/3.1 : Honeycomb

Pertama kali digunakan oleh Motorola Xoom dan diperkenalkan pada 22 Februari 2011.
Sistem operasi ini didesain khusus untuk pengoptimalan pengunaan pada tablet PC yang marak pada medio tahun 2011 an.
update yang dilakukan :
  • Mendukung kemampuan tombol virtual untuk home, back, dan menu untuk android pertama kalinya.
  • Mendukung processeor multi-core
  • Sistem operasinya berbasis kernel Linux 2.6.36

simbol Android versi Honeycomb
simbol Android versi Honeycomb

 

4.0 : ICS (Ice Cream Sandwidch)

Smartphone yang pertama kali mengunakan system operasi yang rilis pada 16 Desember 2011 ini adalah Samsung Galaxy Nexus 7. Versi ini mengadopsi kemampuan Honeycomb, tapi lebih diperuntukkan ke smartphone, sedangkan Honeycomb peruntukannya pada Tablet PC. Jika ponsel anda tidak terdapat tombol virtual home, back, dan menu maka sudah bisa dipastikan bahwa ponsel anda menggunakan versi android sebelum ICS. Update lain adalah :
  • Kemampuan membuka layar menggunakan wajah (face unlock)
  • Analisa penggunaan data internet
  • Paket aplikasi bawaan dari vendor yang mencakup kalendar, mail, kalkulator dan lainnya.
  • Secara teori semua perangkat seluler yang menggunakan versi Android sebelumnya (gingerbread) dapat di-update ke Android Ice Cream Sandwich.

Android versi Ice Cream Sandwich 
logo Android versi Ice Cream Sandwich

4.1 : Jelly Bean

Versi ini muncul pertama kali dalam produk tablet Asus, yakni Google Nexus 7 yang dibuat oleh ASUS, rilis pada 9 Juli 2012.
Pembaruan pada versi ini cukup signifikan dan responsif, diantaranya adalah :
  • Peningkatan input keyboard (on-screen keyboard) yang lebih cepat serta lebih responsif
  • Mampu melakukan scroll cepat ke bawah untuk melihat kumpulan informasi penting, seperti agenda, email, dan laporan cuaca.
  • Desain baru fitur pencarian, UI yang baru dan pencarian melalui Voice Search yang lebih cepat.
  • Asisten digital yaitu Google Now, yang memberikan informasi akurat untuk mengetahui informasi cuaca, kepadatan lalu-lintas, ataupun informasi populer seperti hasil pertandingan olahraga misalnya bola basket atau sepak bola.

Android versi Jelly Bean 
Android versi Jelly Bean

4.2 : Jelly Bean

Versi ini diperkenalkan melalui LG Google Nexus 4 dan dirilis pada 13 November 2012, keunggulannya :
  • Fitur photosphere untuk memperoleh gambar panorama, screensaver daydream
  • Fitur power control, lock screen widget, menjalankan banyak user pada tablet PC, widget terbaru.

LG Google Nexus 4 adalah hp dengan sistem operasi android Jelly Bean
gambar : Hp android LG Google Nexus 4

 

4.3 : Jelly Bean

Versi ini rilis pada 24 Juli 2013 di San Francisco dan digunakan pertama kali oleh smartphone Nexus 7 generasi 2.

Nexus 7 
Smartphone Nexus 7

 

4.4 : Kitkat

Pada mulanya versi yang rilis pada 3 September 2013 ini diberi nama “Key Lime Pie (KLP) ”, namun setelah di anallisa ternyata ejaannya sulit bagi kebanyakan orang.
Sehingga namanya kemudian diganti dengan OS Android KitKat yang sebagian besar orang sudah familiar dengan nama itu.
Dengan perizinan dari Nestle dan Hershey, maka pada 31 Oktober 2013 Google merilis Android dengan kode nama Kitkat.
Kitkat dirilis untuk perangkat Google yaitu Nexus 5 pada 31 Oktober 2013, versi ini disarankan untuk dijalankan pada perangkat yang memiliki kapasitas RAM minimal sebesar 512 MB.
Adanya “slim project” di Google yang mensyaratkan RAM minimum untuk android sebesar 340MB , maka setiap perangkat dengan ukuran RAM yang kurang dari 512 MB harus melaporkan diri sebagai perangkat dengan “RAM rendah”.
Diantara update yang dilakukannya adalah :
  • Fitur “Ok, Google”, pengguna bisa melakukan perintah pencarian menggunakan suara
Android versi Kitkat
logo Android versi Kitkat

5.x : Lollipop

Versi ini diresmikan pada 25 Juni 2014 saat Google I / O, dan telah tersedia secara resmi melalui over-the-air (OTA). Update dilakukan pada tanggal 12 November 2014.
Kelebihannya adalah :
  • User interface yang didesain dan dibangun ulang, dalam bahasa desain disebut dengan nama “material design”
  • Perbaikan pada fitur pemberitahuan atau notifikasi yang dapat diakses dari lockscreen dan ditampilkan pada banner di bagian atas screen atau layar.
  • Perubahan internal untuk platform dengan Android Runtime (ART) yang secara resmi menggantikan Dalvik, tujuannya untuk meningkatkan kinerja aplikasi
  • Peningkatan dan pengoptimalan penggunaan baterai, yang dikenal secara internal sebagai Project Volta.
  • Dukungan untuk gambar berformat RAW, format ini memungkinkan para ilustrator, fotografer atau graphic designer untuk menyimpan file dengan ukuran besar agar bisa diedit tanpa mengurangi kualitasnya.
  • Pada versi ini, orientasi penggunaan tidak hanya pada smartphone tetapi juga pada berbagai perangkat lain seperti TV, Jam tangan (Android Wear), GPS dan lainnya.
Android versi Lollipop
logo Android versi Lollipop

6.0 dan 6.0.1 : Marshmallow

Android Marsmallow dirilis secara beta pada tanggal 19 Agustus 2015 dan dipasarkan secara komersial pada 5 oktober 2015.
Perbaikan versi ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja terutama alokasi hardware-nya atau perangkat keras ponsel.
Kelebihannya di versi ini adalah :
  • Peningkatan keamanan dengan memungkinkan vendor menyematkan sensor pemindai sidik jari atau finger print.
  • Fitur memory manager yang memungkinkan pengguna mengetahui penggunaan memori pada tiap aplikasi.
  • Pengguna bisa mengontrol volume sendiri-sendir pada aplikasi di menu panggilan, media, maupun alarm.
  • Mampu menjaga konsumsi baterai dengan lebih hemat.
  • Update izin aplikasi, Google Now dan legal
  • Memperpanjang waktu penggunaan baterai Google dengan Doze dan bundling pada Sensor Android Hub di smartphone terbaru Nexus.
Android versi Marshmallow
logo Android versi Marshmallow

7.0, 7.1, 7.1.1, 7.1.2 : Nougat

Versi ini diluncurkan pada 22 Agustus 2016 dan sempat menjadi sistem operasi paling populer yang hampir digunakan di semua smartphone dari vendor yang bekerja sama dengan Google.
Kelebihan sistem operasi ini adalah :
  • Dukungan terhadap platform virtual reality terbaru dari Google
  • Fitur Google Assistant yang menggantikan Google Now, yang lebih bisa diandalkan untuk menjalankan berbagai fungsi.
  • Dukungan split-screen saat dipakai untuk multitasking (multi-windows), sehingga memungkinkan pengguna handphone android bisa membuka dua aplikasi sekaligus secara split screen.
  • Mendukung penggunaan beberapa bahasa.
  • Fitur Doze Mode yang telah dikenalkan di versi Android Marshmallow namun telah ditingkatkan (Doze on the Go). Fitur ini dapat mengatur penggunaan baterai dengan cara membatasi aktifitas aplikasi yang bekerja dibelakang layar ketika layar mulai padam, sehingga meningkatkan kemampuan untuk menghemat baterai.
Nama Nougat diambil dari makanan penutup khas dari daratan Eropa yang berupa campuran telur kocok, gula/madu, dan kacang (almond, pistachio, atau hazelnut).
Biasanya makanan ini berbentuk batangan seperti coklat kacang kemasan.

Android versi Nougat
logo Android versi Nougat

8.0 : Oreo

Versi ini hadir dengan keunggulan yaitu : smarter, faster dan lebih powerful dari versi sebelumnya, dirilis ke publik pada tanggal 21 Agustus 2017.
Ponsel pertama yang diluncurkan menggunakan sistem operasi Oreo adalah Sony Xperia XZ1.

Sony Xperia XZ1
gambar : Sony Xperia XZ1

Google juga mendirikan sebuah patung pembaruan yang bertema makanan penutup di 14th Street Park di Manhattan, di dekat pabrik Nabisco yang menciptakan Oreo pertama kali.
Update yang dilakukan pada versi ini diantaranya adalah :
  • Pembaharuan tampilan pada : Home Screen, App Drawer, Menu Setting, Notifikasi, Menu Battery, dan Menu Storage
  • Booting yang lebih cepat, adanya cuplikan notifikasi instan pada aplikasi dan peningkatan pada multi-windows
  • Fitur Picture-in-picture memungkinkan anda untuk melihat dua aplikasi sekaligus, ditambah lagi Supersonic Speed yang membuat anda dapat membuka aplikasi baru dengan lebih cepat
  • Dilakukan optimasi pada sistem operasi
Android versi Oreo 
logo Android versi Oreo

Android versi 9.0 : Pie

Versi ini dirilis secara publik pada 6 agustus 2018, smartphone yang menggunakannya pertama kali adalah Sony Xperia XZ3.

Android versi Pie
logo Android versi Pie

Update Android Pie

Berbagai update yang dilakukan pada android pie adalah sebagai berikut :
Smart reply dari notifikasi
Android Pie mampu menampilkan konten seperti gambar dari aplikasi pesan instan dan pilihan untuk langsung membalas percakapan.
Mode gelap
Di Android Oreo, Google sempat menyediakan opsi dark mode yang bisa diaktifkan pada menu wallpaper, tapi fitur tersebut kemudian ditarik.
Dark mode kini telah ada lagi pada versi Android Pie ini.
Caranya dengan membuka opsi Display di menu Settings atau Device theme kemudian pilih di antara tiga opsi yaitu : otomatis (berdasarkan wallpaper), terang, atau gelap.
Simulasi “poni”
“notch” alias poni adalah pelebaran layar pada bagian atas di sebelah kanan dan kiri lokasi kamera depan sehingga hanya menyisakan bingkai tipis di pinggir perangkat.
Android Pie menyediakan fasilitas simulasi notch untuk developer, agar bisa melihat seperti apa tampilan aplikasinya di smartphone berponi.
Caranya adalah dengan mengaktifkan Developer Mode, lalu mengaktifkan opsi “Simulate a display with a cutout” di bagian Drawing.
Editing screenshot
Android Pie masih mendukung cara pengambilan screenshot dengan menahan tombol power dan volume down secara bersamaaan, dengan penambahan fitur baru untuk editing screenshot.
Setelah screenshot, akan muncul tombol “Edit” di preview screensot.
Digital wellbeing
Fitur ini bisa didapatkan lewat keikutsertaan dalam program beta dengan syarat pengguna memiliki perangkat seri Pixel.
Digital wellbeing bertujuan mengurangi pemakaian ponsel oleh pengguna dengan cara memberikan alarm atau timer.
Lockdown
Fitur Lockdown mematikan pemindai sidik jari dan meminta pengguna memasukkan PIN atau pattern untuk membuka kunci perangkat.
Navigasi berbasis gesture
Google menyediakan navigasi berbasis gesture swiping atau metode menyapu dengan menggunakan jari tangan.
Cara penggunaannya adalah :
  • menyapukan jari ke kanan untuk menjalankan fungsi “back”
  • ke kiri untuk berganti aplikasi yang terbuka
  • ke atas untuk melihat “recent apps” atau app drawer
  • Tombol elips kecil (on screen button) di tengah layar berfungsi layaknya tombol home fisik yang berfungsi untuk membawa pengguna kembali ke layar home.
Kunci rotasi
Android Pie bisa mengunci tampilan dalam orientasi tertentu, caranya dengan menekan tombol khusus di pojok atas layar yang digunakan untuk mengaktifkan kunci rotasi ini.
Adaptive battery
Fitur adaptive battery menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intellegence (AI) untuk melacak pola penggunaaan aplikasi oleh pengguna, termasuk kapan saja waktu pemakaiannya.
Tujuan pelacakan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi daya dan menghemat baterai.

Smartphone dengan sistem operasi Android Oreo

Contoh smartphone yang sudah menggunakan sistem operasi Android Oreo adalah :
Advan S6 Plus android Oreo paling murah dan canggih
Salah satu produk smartphone dengan sistem operasi Android 8.0 Oreo (Go Edition) yang direkomendasikan dari segi harga adalah Advan S6 Plus.

Advan S6 Plus
gambar : Advan S6 Plus

Advan S6 Plus adalah ponsel murah yang rilis pada awal tahun 2019 dan sudah dilengkapi dengan sistem operasi Android Go Edition.
Kenapa dibilang murah? karena harganya ada di kisaran ponsel dibawah 1 juta rupiah, yaitu 800 ribu an rupiah saja.
HP segmen entry level ini sudah cukup lumayan dengan layar yang memiliki luas rasio 18:9.
Ukuran ini bisa memberikan kenyamanan lebih untuk aktivitas gaming atau streaming video dan ditambah lagi dengan fitur face unlock.

versi Android terbaru : Android Q Beta

Android Q Beta adalah versi Android paling baru dan gress yang diluncurkan oleh Google pada tanggal 13 Maret 2019.
Sistem operasi terbaru ini masih terbatas dan hanya diaplikasikan pada beberapa perangkat Ponsel berbasis Android.
Smartphone Google yang bisa dilakukan update ke sistem operasi ini adalah : Google Pixel, Google Pixel XL, Google Pixel 2, Google Pixel 2 XL, Google Pixel 3, Google Pixel 3 XL dan Google Pixel 3 Lite.
Update yang dilakukan pada versi ini adalah penambahan fitur Dark Mode alias mode gelap, keunggulannya adalah mampu meningkatkan performa baterai handphone.

Android Q Beta 2019
logo Android Q Beta

Kesimpulan

Demikian ulasan dari kami tentang sistem operasi Android yang diterapkan pada smartphone.
Pada dasarnya setiap teknologi akan terus berkembang dan sistem operasi Android pun menjadi salah satu alat teknologi yang akan terus berkembang.
Apakah jika update sudah mencapai huruf Z maka akan kembali ke A? atau berubah menggunakan angka? Kita tunggu perkembangan dari ilmuwan Google untuk munculnya teknologi baru.
Jika ada masukan, kritik dan saran akan kami terima dengan senang hati sebagai bahan perbaikan untuk pengembangan web ini.

Artikel terkait lainnya :

Pengertian Smartphone Flagship

Perbedaan Android One dan Android Go

sumber referensi :

id.wikipedia.org
tekno.kompas.com
droidnge.top
tekno.kompas.com
www.kaskus.co.id
mobilepulsa.com
jalantikus.com

Memahami arti Quality System

Memahami arti Quality System

Apakah yang dimaksud dengan Quality System ?

Untuk memahaminya, kita akan memeceh terlebih dahulu masing-masing kata. Yang pertama adalah Quality atau Kualitas, yang kedua adalah System atau Sistem.

Kualitas atau Quality atau Mutu
Pertama-tama kita bahas mengenai Kualitas, menurut beberapa referensi para ahli ada beberapa definisi dari Sistem yaitu :
1.       Philip B. Crosby
Kualitas adalah Memenuhi persyaratan pelanggan (Conform to Customer Requirement). Pendekatan Crosby adalah proses top-down.
2.       W. Edwards Deming
Kualitas adalah pemecahan masalah untuk mencapai penyempurnaan terus-menerus. Pendekatan Deming adalah bottom-up.
3.       Joseph M. Juran
Kualitas adalah kesesuaian dengan kegunaan (fitness for use). Pendekatan Juran adalah orientasi pada pemenuhan harapan pelanggan.
4.       Westinghouse
Kualitas adalah performa kerja yang dapat memenuhi keinginan customer secara cepat dan tepat.
5.       A. V. Feigenbaum
Kualitas adalah memenuhi harapan pelanggan (Meeting Customer Expectations)
6.       K. Ishikawa
Kualitas adalah kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction)

Untuk lebih mudah memahami pendapat dari para ahli diatas, kita simak contoh-contoh sebagaimana berikut:
1.       Masyarakat di era 80 an dan 90 an, membeli Televisi dengan harapan akan awet atau tahan lama sehingga bisa dipakai selama 10 tahun lebih. Produsen Televisi dari Jepang merajai penjualan produk Televisi di era tersebut karena bisa memenuhi keinginan masyarakat.
2.       Pentium adalah produk dari perusahaan Intel yang terus menerus melakukan penyempurnaan produknya, dari Pentium 1, 2, 3, 4, dual core, core to duo, core i3, core i5, core i7. Produsen ini mampu merajai penjualan prosesornya selama bertahun-tahun. Pabrikan mobil Honda atau Toyota melakukan perbaikan produknya setiap waktu.
3.       Kita akan membeli sepatu ke mall dan berharap bahwa sepatu tersebut nyaman dipakai, kuat dan tahan lama. Sebelum dibeli sepatu dicoba terlebih dahulu di toko, memang dirasa nyaman dipakai. Beberapa tahun kemudian, sepatu tersebut masih awet, hanya ada goresan-goresan yang wajar. Kita merasa puas dan ingin membeli lagi dengan merk yang sama, sekaligus kita memberi saran kepada teman atau keluarga bahwa sepatu merk itu berkualitas.
4.       Saat ini penjualan online sedang marak, berbagai pilihan pengiriman barang yang saling bersaing seperti JNE, Wahana, J&T, Ninja Express, dan lainnya. Pengguna akan terus memilih jasa pengiriman mana yang reputasinya cepat, sesuai tujuan, aman bahkan murah.
Jadi, bisa kita simpulkan dari penjelasan diatas bahwa kualitas adalah segala sesuatu yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen atau customer atau pengguna.

Sistem atau System
Menurut Wikipedia, Sistem adalah suatu kesatuan dari berbagai komponen yang dihubungkan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Atau juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang ada dalam suatu wilayah serta memiliki item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan kumpulan dari berbagai provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara di mana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat penghuni negara tersebut.

Quality System
Quality System atau sering disebut oleh perusahaan dengan nama Quality Management System, diterjemahkan menjadi Sistem Manajemen Kualitas.
Pengertian Sistem Manajemen Kualitas :
Menurut Gaspersz (2001), Sistem manajemen kualitas (QMS) merupakan sekumpulan prosedur terdokumentasi dan praktek-praktek standar untuk manajemen sistem yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk (barang dan atau jasa) terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu. Kebutuhan atau persyaratan itu ditentukan atau dispesifikasikan oleh pelanggan dan organisasi.

Quality Evolution
Quality Evolution atau Evolusi Mutu atau Perkembangan mutu sudah berlangsung sejak lama hingga saat ini dan merupakan sebuah perjalanan yang panjang. Perubahan dari budaya non mutu akan kita jelaskan dalam 6 tahapan sebagai berikut :
1.       Budaya Non-Mutu
Ini adalah tahap dimana Kualitas belum diperhatikan sama sekali, terjadi pada permulaan masa industri.

2.       Inspeksi
Peningkatan dari tahap sebelumnya dengan cara melakukan pengecekan atau inspeksi terhadap hasil proses produksi, jika ada produk yang cacat akan dipisahkan.


3.       Pengendalian Mutu (Quality Control)
Pengecekan atau inspeksi dilakukan pada beberapa bagian :
-          Input : Pada material sebelum masuk ke proses, produk yang cacat akan dikembalikan ke suplier.
-          Proses : Pengecekan didalam tahapan proses, produk yang cacat akan dipisahkan.
-          Output : Pengecekan terhadap hasil proses produksi, jika ada produk yang cacat akan dipisahkan.


4.       Jaminan Mutu (Quality Assurance)
Melakukan perbaikan sebagaimana tahap 3, ditambah dengan analisa masalah dan pencegahan terhadap ketiga bagian tersebut.

5.       Manajemen Mutu (Quality Management)
Melakukan perbaikan sebagaimana tahap 4, ditambah dengan :
-          Input : Manajemen Supplier dan Sumber Daya.
-          Proses : Manajemen Perencanaan dan Improvement atau Perbaikan.
-          Output : Manajemen Pelanggan

6.       Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management)
Melakukan perbaikan sebagaimana tahap 4, ditambah dengan adanya strategi manajemen untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi dengan metode PDCA (Plan, Do, Check, Action).


Memahami Internal Audit

Memahami Internal Audit

Memahami AUDIT

Audit merupakan suatu kegiatan yang wajib dilakukan oleh semua instansi atau perusahaan yang memenuhi standar baik nasional maupun internasional. Dunia kerja professional dimanapun tidak akan luput dari aktivitas ini. Kami selaku admin dari web “Profesional Trainer Indonesia” akan mencoba menjelaskan mengenai topik Audit dengan Bahasa yang sebisa mungkin dimengerti oleh semua kalangan. Jika ada isi yang sulit dimengerti atau ada usulan untuk perbaikan isi web ini, silahkan memberikan komentar. Kami akan selalu berusaha untuk memperbaiki isi materi.

Pengertian dari Audit adalah :
“Suatu kegiatan untuk mengumpulkan informasi faktual dan signifikan melalui interaksi (pemeriksaan, pengukuran dan penilaian yang berujung pada penarikan kesimpulan) secara sistematis, obyektif dan terdokumentasi yang berorientasi pada azas penggalian nilai atau manfaat. ”

Istilah dalam Audit
Untuk mempermudah pemahaman, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu beberapa istilah yang selalu digunakan di dunia audit :
Auditor : orang yang melakukan atau mengaudit
Auditee : orang atau organisasi yang diaudit

Tujuan Kegiatan Audit
Audit umumnya dilakukan untuk tujuan-tujuan:
Ø  Menilai antara kesesuaian dengan persyaratan yang diminta
Ø  Menilai keefektifan suatu sistem
Ø  Memenuhi persyaratan standar dan sertifikasi
Ø  Untuk melakukan investigasi masalah
Ø  Digunakan sebagai sarana untuk perbaikan system

Jenis Audit
Secara umum, Audit dikategorikan menjadi 3 jenis:
Ø  Audit Pihak Pertama
Audit yang dilakukan oleh organisasi itu sendiri (audit internal)
Ø  Audit Pihak Kedua
Audit yang dilakukan oleh pelanggan atau pihak lain yang mempunyai kepentingan
Ø  Audit Pihak Ketiga
Audit yang dilakukan organisasi “independent”, pada umumnya untuk tujuan registrasi/sertifikasi.

Bentuk  Audit
Bentuk audit dibagi menjadi 2 bentuk :
Ø  Audit Sistem / Dokumentasi : melakukan audit pada system yang dirancang dan berjalan di suatu organisasi, termasuk seluruh dokumentasinya berupa prosedur, aturan/rule, referensi, instruksi kerja, dll.
Ø  Audit Implementasi : melakukan audit di lapangan atau proses, biasanya di proses manufacturing untuk melihat kesesuaian proses yang sudah berjalan.
Berikut adalah pertanyaan yang relevan dan aktivitas terkait dari kedua bentuk audit diatas :
1.      Audit Sistem / Dokumentasi
Pertanyaan : Apakah dokumentasi sistem mutu/lingkungan memenuhi persyaratan secara teoritis ?
Aktivitas yang dilakukan berupa : “aktivitas pemeriksaan dokumentasi” dan “Identifikasi kekurangan”. Untuk itu dari sisi auditor dibutuhkan pengetahuan yang memadai mengenai standar yang diperlukan, pada pelaksanaannya seorang auditor harus independen dan sebisa mungkin bisa membantu perencanaan audit.

2.      Audit Implementasi
Pertanyaan :Apakah karyawan sudah mengimplementasikan persyaratan yang ada di dokumen sistem ?
Aktivitas yang dilakukan berupa : melakukan audit dengan metode sample, pertanyaan mengenai pekerjaan yang dilakukan, harus ada bukti obyektif, pada pelaksanaannya seorang auditor harus independen, catat perbedaan antara teori dengan prakteknya.

Audit Mutu Internal
Pengertian dari Audit Mutu Internal adalah: “Proses pengukuran dan penilaian secara sistematik, obyektif dan terdokumentasi yang dilakukan oleh auditor mutu internal untuk memastikan bahwa kegiatan manajemen mutu telah sesuai dengan pengaturan-pengaturan yang telah dikembangkan dan hasilnya efektif sesuai dengan komitmen, kebijakan, tujuan serta sasaran mutu yang telah direncanakan atau ditetapkan. ”

Tingkatan Audit Internal
·         Audit Ketaatan Azas
Audit ketaatan azas ditekankan untuk memeriksa apakah telah terjadi  penyimpangan dari azas atau kriteria yang berlaku. Dan apabila terbukti terjadi penyimpangan maka dapat menjadi temuan.
·         Audit Kesehatan Azas
Audit untuk menilai apakah azas atau kriteria yang menjadi dasar telah cukup baik dan sesuai dengan tujuan dan rancangan pengembangan masa depan.
·         Audit Inovasi
Audit untuk mencari terobosan baru yang ada potensi auditee dengan tujuan untuk pengembangan organisasinya.

Struktur Organisasi Audit Internal
Berikut adalah contoh bentuk Struktur Organisasi yang bisa diterapkan pada Audit Internal di suatu Perusahaan :



Koordinator Audit Internal
Seorang Koordinator Audit Internal memiliki 3 tugas utama yang harus dijalankan sesuai dengan jabatannya tersebut, berikut penjelasan ketiga tugas tersebut :
1.      Perencanaan
Ø  Mempersiapkan program dan jadwal audit
Ø  Memberitahukan dan mengkonfirmasikan jadwal tersebut pada auditee
Ø  Memastikan bahwa persiapan yang cukup telah dilakukan sebelum kegiatan audit dimulai
2.      Pengorganisasian
Ø  Menentukan lamanya kegiatan audit dan jumlah anggota tim sesuai dengan program audit dan kondisi operasi
Ø  Menyeleksi auditor yang kompeten untuk fungsi yang akan diaudit
Ø  Memastikan bahwa tim audit telah siap sesuai dengan jadwal

3.      Pengendalian
Ø  Mengadakan rapat pembuka dan penutup
Ø  Memecahkan masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan audit
Ø  Menarik kesimpulan yang tepat dari hasil kegiatan audit


Syarat minimal Auditor Internal 
Beberapa syarat yang setidaknya harus dimiliki oleh seorang Auditor Internal :
  1. Memahami persyaratan standar : misalkan audit Sistem Mutu berarti harus mengetahui persyaratan sesuai ISO 9001 terbaru (saat ini versi terbaru adalah ISO 9001:2015).
2        Memahami pendokumentasian sistem manajemen mutu
3        Memahami cara pengoperasionalisasian sistem manajemen mutu
4        Memahami proses-proses/fungsi-fungsi organisasi
5        Memahami konsep dan manajemen audit internal
6        Memiliki kewenangan yang cukup untuk menjalankan tugasnya



Tanggung Jawab Auditor
Beberapa tanggung jawab yang setidaknya harus dipenuhi oleh seorang Auditor ada 8 poin sebagaimana berikut:
  1. Menentukan ruang lingkup yang diverifikasi pada bagian yang diaudit
  2. Mempersiapkan check list audit
  3. Memeriksa kesesuaian dokumentasi dengan persyaratan
  4. Memeriksa pelaksanaan dengan dokumentasi
  5. Mengumpulkan dan mendokumentasikan bukti-bukti obyektif
  6. Mencatat dengan tepat dan melaporkan dengan jelas temuan-temuan audit
  7. Memberitahukan koordinator audit tentang hal-hal yang dapat menghalangi keberhasilan kegiatan audit
  8. Memverifikasi tindakan koreksi

Kepribadian Auditor
Kepribadian yang setidaknya harus dimiliki oleh seorang Auditor ada 10 sebagaimana berikut:
  1. Sistematis
  2. Tidak berbelit-belit
  3. Fleksibel
  4. Jeli
  5. Tidak cepat puas
  6. Obyektif
  7. Ramah
  8. Percaya Diri
  9. Adil
  10. Tegas


ADIL (FAIR)
Auditor harus mendemonstrasikan penanganan yang adil dengan cara:
1.      Menghindari praktek mencari kesalahan
2.      Memasukkan / mencatat praktek yang baik
3.      Mempercayai penjelasan yang diberikan auditee biarpun ada sedikit keraguan, jika memungkinkan

Tahapan Audit Mutu Internal



Perencanaan Audit Mutu Internal
1.        Tujuan Audit Mutu Internal
Tujuan audit wajib ditetapkan sebagai acuan dalam mengarahkan, merencanakan dan melaksanakan audit.
2.        Lingkup Audit Mutu Internal
Pembatasan obyek audit yang direncanakan akan diaudit dalam satu siklus audit mutu internal
3.        Obyek Audit Mutu Internal
Sebagai pertimbangan obyektif dan pemikiran logis saja agar prinsip efisiensi dan efektivitas dapat diutamakan dalam proses audit
4.        Alokasi Waktu
Diperlukan managemen waktu yang sebaik-baiknya agar pelaksanaan audit berjalan dengan hasil yang maksimal
5.        Metode Audit Mutu Internal
Pendekatan yang dipilih auditor untuk mendapatkan data dan informasi yang signifikan, relevan dan faktual
6.        Persiapan Audit
“Bila auditor melakukan audit tanpa persiapan, ia akan meninggalkan arena audit tanpa kehormatan”. Oleh karena itu diperlukan persiapan seperti :
        - Pengumpulan informasi / dokumentasi
        - Pembuatan Cek List Audit
7.        Laporan Hasil Audit Mutu Internal
Menyusun laporan hasil audit akan memerlukan keterampilan logika dan berbagai wawasan disiplin ilmu lainnya, seperti psikologi, komunikasi dan bahasa serta pengetahuan luas dan mendalam tentang permasalahan yang diaudit dan akan dilaporkan


Check List
Tujuan
  1. Membantu auditor mengingat apa yang harus diperiksa
  2. Membantu pengaturan waktu dan struktur wawancara
  3. Membantu dalam memastikan cakupan ruang lingkup
  4. Lebih profesional
Kriteria
  1. Singkat
  2. Lengkap
  3. Tersedianya tempat untuk mencatat hasil
  4. Mencakup persyaratan-persyaratan relevan dari dokumen-dokumen yang ditentukan
Penyusunan
  1. Jika menggunakan prosedur sebagai dasar pembuatan check list, persyaratan standar perlu dipastikan sudah tercakup dalam prosedur
  2. Pemahaman proses, identifikasi dan prosedur yang terkait
  3. Memodifikasi pertanyaan terutama untuk pertanyaan yang telah ditanya pada audit sebelumnya

Pelaksanaan Audit
  1. Rapat Pembuka
2.       Audit Sesuai Jadwal
3.       Konfirmasi Penemuan dengan Auditee
4.       Tinjauan Audit

Tujuan utama dari auditor adalah untuk memeriksa kenyataan pelaksanaan melalui :
1.      Observasi praktek operasi
2.      Mewancarai personil yang bertanggung jawab melakukan oeprasi tersebut
3.      Memeriksa bukti dokumentasi seperti prosedur, spesifikasi dan catatan
4.      Auditor harus mencari kesesuaian bukannya ketidak sesuaian



Rapat Pembuka
Tujuan : Untuk menetapkan bahwa tidak ada perubahan yang dilakukan sejak pesetujuan tanggal dan ruang lingkup audit serta mendapatkan restu dari manajemen.
Peserta : Top Manajemen, Koordinator Auditor, dan Auditee
Agenda :
1.        Kata Pembuka dari Wakil Managemen
2.        Kata Sambutan adri Koordinator Auditor
- Penjelasan tentang Tujuan Audit
- Konfirmasi masalah jadwal dan ruang lingkup audit
- Penjelasan tentang proses audit
- Tanya Jawab
3.        Kata Sambutan dari Top Managemen yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan audit
4.        Kata penutup dari Wakil Manajemen
5.        Wawancara :
Orang-orang yang perlu diwawancara :
 - Penanggung jawab
 - Pelaksana
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
 - Berapa lamanya karyawan telah bekerja
 - Faktor Psikologis dari auditee
6.        Prosedur
Prosedur umum sebagaimana gambar berikut :



Wawancara (agenda 6) :
Ø  Menyusun pertanyaan, berikut adalah beberapa jenis pertanyaan terkait wawancara:
1.      Pertanyaan Terbuka
Memberikan kesempatan kepada auditee untuk menjelaskan dan membuat auditee lebih santai
2.      Pertanyaan Investigasi
Kesempatan auditor untuk menanyakan lebih mendalam/detail mengenai topik tertentu dari keteranagn auditee
3.      Pertanyaan Tertutup (Klarifikasi)
Kesempatan bagi auditor dan auditee untuk menyamakan persepsi
4.      Pertanyaan Mengarahkan
Jenis pertanyaan yang harus dihindarkan sedapat mungkin

Ø  Observasi (lihat bagaimana auditee melakukannya)
Ø  Periksa (kesesuaian dengan yang menjadi prosedur

Jenis Komunikasi dalam Audit
Ø  Lisan
Ø  Non Lisan

Komunikasi Lisan
Ø  Gunakan kata-kata dan terminologi yang dimengerti oleh audite
Ø  Gunakan intonasi yang tepat
Ø  Anda harus mampu memperlihatkan bukti implementasi
Ø  Anda harus mampu memperlihatkan bukti implementasi
Ø  Anda harus mampu memperlihatkan bukti implementasi
Ø  Anda harus mampu memperlihatkan bukti implementasi

Komunikasi Non-Lisan
Ø  Untuk hal-hal yang tidak cocok dikomunikasikan secara lisan
Ø  Untuk memberikan penekanan tambahan terhadap komunikasi lisan
Ø  Ekspresi muka
Ø  Gerakan tangan atau lengan
Ø  Pastur tubuh
Ø  Ekspresi mata

Konflik
Konflik terjadi dimana terjadi ketidakcocokan hasil atau tindakan dari dua orang atau lebih, bisa terjadi antara :
Ø  Sesama anggota tim audit
Ø  Sesama auditee
Ø  Auditor dan auditee

Teknik auditee yang perlu DIWASPADAI
Ø  Absen
Ø  Kasus khusus
Ø  Hamabatan komunikasi
Ø  Mengulur waktu
Ø  Pamer kekuatan
Ø  Amnesia

Cara membuat suasana lebih SANTAI
Ø  Gunakan tempat terbaik untuk wawancara
Ø  Posisi duduk/berdiri sesuaikan dengan auditee
Ø  Senyum secukupnya
Ø  Berikan pujian untuk hal-hal yang sudah baik
Ø  Gunakan humor secukupnya

Hal-hal lain yang perlu DIPERHATIKAN
Ø  Hindari cara bertanya seperti interograsi
Ø  Selalu obyektif, tenang dan bersahabat
Ø  Bicara dengan suara jelas
Ø  Ingat nama auditee
Ø  Dengar minimum 75 % dari waktu audit
Ø  Hindari pengajuan lebih dari satu pertanyaan pada saat yang sama dan pertanyaan menjebak/mengarahkan.

Memilih Sample
Dalam pemilihan sample, seorang Auditor harus memilih sample sendiri, jumlah sample yang diperlukan tergantung pada:
·         Kritis / tidak suatu aktivitas
·         Kemungkinan variasi perubahan
·         Pedoman sample yang digunakan (contoh pada perusahaan manufaktur elektronik dengan menggunakan “MIL-STD 105D Acceptable Quality Level)
·         Pilih sample untuk data-data sebagai berikut:
- Data yang “abnormal”, terdapat penggantian/coretan.
- Pertimbangkan saat dimana kesalahan mungkin terjadi, seperti : saat pergantian shift atau pada waktu shift malam.
·         Perhatikan waktu yang diperlukan untuk mengambil data.

FAKTA atau REKAAN
Ø  FAKTA adalah Sesuatu yang benar-benar terjadi
Ø  REKAAN adalah Kesimpulan yang diambil dari suatu kejadian

Bukti Obyektif
Bukti obyektif adalah “informasi yang bisa dibuktikan kebenarannya berdasarkan fakta yang diperoleh melalui pengamatan, pengukuran, pengujian atau cara-cara lainnya (ISO 8402).”
Contoh bukti-bukti obyektif : Kebijakan , Prosedur, Spesifikasi, Catatan.
Bukti obyektif harus cukup lengkap sehingga tidak ada keragu-raguan.
Sasaran kegiatan audit adalah untuk memperoleh keyakinan yang cukup bahwa persyaratan standar telah terpenuhi, bukan untuk mencari bukti dokumentasi pemenuhan 100% dari persyaratan tersebut.

Tinjauan Audit
Jika kegiatan audit telah selesai, tim audit harus mengadakan peninjauan tersendiri atas penemuan-penemuan tersebut , hal-hal yang berkaitan dengan peninjauan adalah :
·         Diketuai oleh koordinator auditor
·         Perbaiki jadwal perlu
·         Meninjau bukti, observasi dan perbedaan
·         Masalah-masalah apa saja yang dihadapi selama audit
·         Menilai seberapa serius ketidaksesuaian yang ditemukan

Pelaporan Audit
Hasil audit dilaporkan dengan step-step sebagaimana pada gambar berikut :



Jenis Hasil Audit
Hasil audit dikelompokkan sebagaimana pada gambar berikut :



Keterangan :
Ø  Kesesuaian adalah terbukti bahwa auditee bisa memenuhi perysaratan standar.
Ø  Observasi adalah fakta yang ditunjang oleh bukti obyektif yang tidak membuktikan kegagalan dalam pemenuhan persyaratan standar, namun      mengurangi keefektifan sistem mutu.
Ø  Ketidaksesuaian adalah fakta yang didukung oleh bukti obyektif yang membuktikan kegagalan dalam memenuhi perysaratan standar.

Ketidaksesuaian
Ketidaksesuaian digolongkan menjadi 2 yaitu minor dan major :

Ketidaksesuaian Minor
·         Kegagalan dalam memenuhi satu persyaratan dari satu pasal ISO 9001 atau prosedure perusahaan

Ketidaksesuaian Major
·         Absennya atau kegagalan total dari suatu sistem dalam memenuhi persyaratan-persyaratan dari pasal ISO 9001
·         Beberapa ketidaksesuaian minor terhadap satu pasal dapat merupakan kegagalan total dari suatu sistem sehingga dapat disebut ketidak sesuaian major


Melaporkan Hasil Audit
Setiap pernyataan ketidaksesuaian harus menyatakan hal-hal berikut :
y Persyaratan
y Penemuan
y Bukti Obyektif
Pengaruh ketidaksesuaian bagi sistem mutu (jika perlu)

Contoh : Menurut ISO 9001 pada klausa 4.5.2 menyaratkan bahwa dokumen kadaluarsa harus disingkirkan dari semua tempat atau diidentifikasi dengan jelas.  Dalam audit ditemukan  prosedure pengecekan Produksi dengan revisi 0 masih ditemukan pada bagian Produksi. Padahal sekarang prosedure pengecekan Produksi telah sampai pada revisi.5.  Hal ini dapat mengakibatkan penggunaan yang keliru oleh inspetor Produksi.

Ingat :
Ø  Jangan melebih-lebihkan masalah
Ø  Gabungkan masalah yang berhubungan dalam satu laporan


Rapat Penutup
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat Rapat Penutup :
Ø  Bagian apa yang diaudit
Ø  Penilaian sistem berdasarkan hasil audit
Ø  Jumlah ketidaksesuaian/penemuan dan observasi yang ditemukan
Ø  Penemuan major
Ø  Penemuan minor
Ø  Terima kasih pada auditee
Ø  Komentar / pengarahan dari manajemen
Ø  Konfimasi kegiatan tindak lanjut (dapat dilakukan oleh wakil manajemen)

Ingat :
Jika berbicara dengan pihak managemen tingkat atas, jangan berbelit-belit dan membicarakan hal-hal yang tidak relevan.

Tindak Lanjut Audit




Keterangan :
Verifikasi bisa dilakukan dengan menggelar audit khusus ataupun bisa dilakukan pada saat audit berikutnya dilaksanakan.
Ø  Audit Khusus
Ø  Audit berikut

Remember
“Continous Correcting is NOT Continous Improvements “

Tindakan Koreksi dan Pencegahan
Tahapan yang dilakukan setelah audit sudah selesai dilaksanakan terkait Tindakan Koreksi dan Pencegahan adalah :
1.      Mempelajari hasil audit
2.      Menentukan tindakan perbaikan langsung
3.      Mengidentifikasi masalah yang memerlukan tindakan pencegahan dan dikoordinasikan dengan wakil manajemen (bila perlu)
4.      Mengumpulkan masukan mengenai kemungkinan penyebab
5.      Mengumpulkan dan menganalisa data
6.      Menentukan tindakan koreksi (yang mencegah terulangnya kembali masalah)
7.      Melaksanakan tindakan koreksi (tepat waktu)
8.      Mengawasi hasil
9.      Bila tidak efektif, ulang mulai nomor 4
10.  Melaporkan hasil
                                                                                          

Audit Verifikasi
Audit Verifikasi dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan perbaikan yang dilakukan auditee terhadap hasil temuan audit telah dilakukan secara efektif. Pertanyaannya adalah : apakah tindakan yang sudah dilakukan itu sudah efektif dalam mencapai tujuan ? Kemudian, catat di keterangan apabila verifikasi belum bisa dilakukan, untuk ditindaklanjuti pada audit yang akan dilakukan berikutnya.

Kegagalan Program Internal Audit
Internal Audit yang sudah dilakukan bisa kita anggap gagal jika terjadi hal-hal :
1.      Masalah tidak diselidiki secara tuntas oleh auditor
2.      Masalah tidak dikomunikasikan secara efektif kepada auditee
3.      Auditee tidak memahami proses tindakan koreksi
4.      Tindakan koreksi tidak menyelesaikan akar permasalahan


5.      Tindakan koreksi tidak di verifikasi oleh auditor